Guru Sebagai Sahabat Siswa


Guru Sebagai Orang Dekat

Berangkat dari sebuah pengalaman, tentu kita pernah melewati masa penuh warna. Masa di mana setiap langkah dan lembaran kisah selalu bersama dengan keceriaan. Dan masa itu adalah masa yang tak pernah bisa ku lukiskan keindahannya meski dengan goresan tinta sekalipun. Masa itu adalah masa Sekolah Dasar. Dan dari sinilah aku membangun mimpi untuk bisa melukiskan warna yang sama bahkan jauh lebih indah untuk generasi mendatang.
            Di masa lalu, aku tak mendapatkan satu warna, lantaran sifat cuek seorang guru. Mereka hanya memberikan materi kemudian memberi nilai dengan angka, hanya itu. Begitulah yang kulihat dan ku alami. Mereka melupakan satu warna terpenting, yaitu warna “sahabat”. Maka berangkat dari rasa ketidak sempurnaan itu, hari ini aku sebagai calon pendidik, bertekad suatu saat warna yang tak pernah aku dapatkan akan aku lukiskan pada mereka anak didik ku. Mengapa aku memilih warna “sahabat”.  Karena aku ingin anak-anak merasa nyaman dengan ku, nyaman belajar, nyaman bercerita (curhat) dan bermain. Semua itu dilakukan tentunya dengan cara aku masuk ke dunia mereka bukan memaksakan mereka masuk ke dunia ku sebagai seorang guru.

Baca Juga
Merayu Allah -  Membaca Pesan Cinta-Nya
Mendahului Takdir Allah

            Aku ingin mereka senang bersamaku. Haqqul yakin kalau kita sudah berhasil “merebut” hati mereka, apapun yang kita berikan insyaAllah mereka paham dan ngena ke hati, entah itu materi pelajaran ataupun nasihat-nasihat untuk membentuk akhlak mereka.