Ekspresi Galau

Cara Menghilangkan Kegalauan Menurut Islam


Galau,
penyakit yang lagi hits diberbagai kalangan, mulai dari muda hingga tua. Mulai dari rakyat hingga pejabat hehe...

Galau itu...
kata ajaib yang mampu mengungkapkan berbagai permasalah dan kegundahan dengan sekali ucap. Bener nggak?^^

Talaga Bodas Garut

Saat galau melanda, tentu manusia akan berekspresi, oke... berikut ini ekspresi galau saat kaum muda terserang rasa galau

1. Curhat di sosial media

Ekspresi galau yang pertama ini biasanya kebanyakan dilakukan oleh wanita, bener nggak?  hayoooh^^ Tiba-tiba saja para wanita berubah jadi penyair-penyair yang puitis, tapi ada juga sih yang terang-terangan ujug-ujug blak-blakan di sosmed, dan yang paling parah saling serang sama orang yang bikin dia galau. Apa ini juga terjadi pada lelaki? Hmmm kaum adam ada juga sih... yang tipikalnya kaya gini cuman nggak terlalu menjamur. Menurut survey kecil-kecilan yang Naziya lakukan di salah satu SMA di Garut, para pelajar yang galau dan curcol di sosmed ternyata merasa perlu buat ceritain masalahnya di sosmed supaya "Ada yang memperhatikan" dan berharap mendapatkan sosuli. Dan.... mereka yang galau ini akan sangat bahagia jika yang likenya buannyyaakkk... hmmm jadi heran wkwkwk

2. Diem ngurung diri di kamar dan nggak mau makan
Tipe ini mah hampir pernah ngalamin ya^^
Dan ternyata, masih hasil survey di tempat yang sama hal ini awalnya terjadi karena mereka melihat sinetron-sinetron di tv. Merasa dicontohin kalo lagi galau tuh ya... ngingutin yang ada di sinetron uuuhhhh alays bingits hahaha

3. Melakukan Tindakan Negatif
Ini nih ekspresi puncak tinggi, melakukan hal-hal anarkis yang bisa membahayakan diri sendiri.

Baca Juga
Kids Zaman Now
Tidur Tengkurap Dalam Islam
Tips Menghilangkan Ketombe untuk Wanita Berhijab

Begitulah kira-kira para remaja mengekspresikan kegalauan dalam diri mereka. Dan... sebenarnya masih banyak lagi sih ekspresi-ekspresi kaum muda di zaman now. But Islam pun punya solusi dalam masalah ini^^

Berikut ini cara mengekspresikan dan mengatasi
kegalauan di dalam Islam

1. Berwudhu
Kanapa harus berwudhu? Karena dengan wudhu amarah kita akan mereda, dan ketika marah mereda maka hati serta pikiran akan lebih tenang nan jernih. Rasulullah bersabda

"Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah." (Riwayat Abu Daud)

2. Mengerjakan Shalat
Why harus shalat sih?

Al Hasan berkata
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Sa’id bin Abi ‘Urubah dari Qotadah dari Al Hasan)

Nah galau kan cenderung membuat kita melakukan hal-hal negatif, oleh karena itu shalatlah agar kamu mengingat Allah dan tidak melakukan hal-hal yang tidak-tidak, tumpahkan kegundahan di atas sajadah.

3. Curhatlah pada Allah
Kekeliruan manusia ketika mendapatkan musibah atau apapun itu, selalu mencari makhluk untuk bersandar. Padahal yang memiliki kuasa itu Allah. Dan apa yang menimpa kita itu atas kehendak-Nya so... minta solusi pada-Nya bukan padanya.

Sajak Rindu Malam

Malam lingkari jari jemari cinta
Hadirkan pena untuk melukisnya
Menguraikan rasa melalui kata
Mengungkap rindu yang tak biasa

Sajak Rindu Malam


Karenamu malam,
Resahku tetap membara meski telah Dia katakan
"Dan Aku jadikan malam sebagai pakaian"





This entry was posted in

Tidur Tengkurap Dalam Islam

Tidur Tengkurap Penghuni Neraka


Bantal...
Kasur...
dan lantai bisa menjadi tempat uwwwenak banget untuk mengistirahatkan tubuh atau mungkin sekedar malas-malasan, bahasan simpelnya itu... TIDUR hehe

Tentang tidur^^
Pernah nggak ngerasa nyaman banget tidur tengkurap? atau mungkin baca buku, nonton di laptop atau ngerjain tugas tapi sambil tengkurep? pasti kalo orang sunda bakal langsung deh dimarahin "Jangan tengkurepan nanti ibu kamu bakal meninggal" gara-gara hal itu dulu Naziya nggak pernah tengkurepan lagi. Padahal dipikir-pikir ya iyalah semua orang juga nantinya toh bakalan meninggal hehe

Terlepas dari itu semua, sekarang Naziya tahu ternyata dalam islam ada larangannya loh tentang tidur tengkurap. Bukan gara-gara mitos tadi pastinya haha 

Mitos Tidur Tengkurap

Dari Thakhfah Al-Ghifari r.a, salah seorang di antara ash-habush shuffah (para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi) berkata: “Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. dan berkata: 
“Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang-orang yang  dimurkai Allah.” Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun kemudian bangkit.”( HR. Al-Bukhari, dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1187, Ibnu Majah, no. 3723, Ahmad, no. 7981, At-Tirmidzi, no. 2768 dari hadits Abu Hurairah r.a)

Adapun sebab dibencinya tidur dengan posisi tengkurap diterangkan dalam hadits dari Abu Dzar RA. Ia berkata, " Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, dan beliau bersabda: ‘Wahai Junaidab, sesungguhnya tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka’." (HR. Ibnu Majah, no. 3724)

Bahkan Naziya pernah baca disalah-satu buku (cuman lupa judulnya apa hehe, harus dicari dulu) kalau tidur tengkurep itu kaya kelakuannya syetan. Ya kaya gitu kurang lebih intinya.

Nah sekarang udah tau kan, so jangan tengkurepan lagi ya^^ Ingat-ingat ya
  • Tidurlah sesuai dengan adab tidur
  • Baca buku dengan posisi yang benar
  • Berwudhu sebelum tidur
Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.

“Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.’”
  • Jangan tidur sebelum khatam Al-Quran
Rasulullah bersabda “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali, seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Quran
  • Jangan dulu tidur sebelum para nabi memberi syafaat
Rasulullah bersabda “Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku” maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “
  • Jangan dulu tidur sebelum para muslim meridhoi engkau, yaitu dengan cara beristigfar memohon ampunan. Bukan hanya sekedar istigfar ya^^ tapi coba sambil bayangkan kesalahan kita seharian itu apa aja.
  • Jangan dulu tidur sebelum mengerjakan haji dan umroh, yaitu T4 (bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir)

Cara Menghilangkan Bau Kaus Kaki

Perhatian itu...
bukan hanya ke kamu, iya kamu hehe 
kamu kamu yang merasa butuh perhatian pastinya wkwkwk. Ternyata ada hal lain
yang butuh perhatian ekstra loh. Kira-kira apa yah? hahaha


Kaus kaki^^
Yups, benda mungil yang wajib banget dikenakan para muslimah.
Loh kok? Jadi begini, permasalahannya memang bukan cuman buat kalangan muslimah aja sih. But, Naziya ngerasa perlu banget nih berbagi tips buat para muslimah khususnya tentang "KAUS KAKI YANG BAU"


Kaus kaki yang bau tentu dapat mengganggu aktivitas kita. Bukan hanya kita sih tapi juga orang-orang di sekitar kita tentunya. Nah berikut tips merawat kaus kaki supaya nggak bau^^

  • Cuci dengan bersih. Perkara wajib yang pasti udah pada tau ya hehe. So jangan males-malesan lagi ya buat nyuci kaus kaki wkwkwk
  • Jangan simpen kaus kaki di dalam sepatu. Nah terkadang kita udah rutin banget tuh nyuci kaus kaki bahkan sampe sehari 1x. Tapi baru juga beberapa jam dipake udah bau aja. Bisa jadi baunya itu gegara kamu nyimpen kaus kaki di sepatu yang baru aja kamu pake. Kaus kakinya emang bersih, tapi... sepatuya? hehe bisa jadi kotor kan? So, simpen aja kaus kakinya di atas sepatumu NO di dalem^^
  • Pastikan kaki kamu dalam keadaan kering saat memakai kaus kaki. Hal ini juga jadi salah satu penyebab kenapa kaus kaki gampang banget bau. Apalagi muslimah ya, kalo kita lagi di luar dan harus wudhu di tempat umum, otomatis abis wudhu langsung pake aja tuh kaos kaki. Sebaiknya hal ini dihindari guys, kamu bisa always bawa tissue ya. Jadi abis wudhu lap dulu kakinya baru pake deh kaus kaki^^

Ok guys mungkin itu yang bisa Naziya bagi malem ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa kasih perhatian ya buat kaus kakinya hehe^^

Cara Menghilangkan Ketombe

Tips Menghilangkan Ketombe untuk Wanita Berhijab

Wanita berhijab pasti pernah ngerain yang namanya kepala gatel gara-gara ketombe. Dan karena hal itu aktivitas kita kadang sering keganggu, bawaannya pengen garuk-garuk kepala... aja. Nah kali ini Naziya pengen berbagi tips nih sama temen-temen yang punya masalah sama ketombe.

Mengatasi Ketombe Rambut Untuk Wanita Muslimah

Tips atasi ketobe untuk perempuan berhijab :

  • Gunakan hijab yang bahannya bisa menyerap keringat. Hal ini penting banget kamu perhatikan supaya kepalamu tidak panas dan merasa nyaman.
  • Menggunakan hijab yang bersih.  Salah satu cara untuk mencegah dan meminimalisir pertumbuhan ketombe di kepala, yaitu dengan memakai hijab yang bersih ya guys^^ InsyaAllah kalo hijabnya bersih maka gak bakalan ada deh microorganisme yang nempel.
  • Keramas yang teratur. Nah point selanjutnya jangan lupa kita harus keramas dengan teratur. Minimal 2-3 hari sekali.
Baca Juga
  • Mengistirahatkan rambut hehe...,,, maksudnya kalau sedang di rumah dan lagi sama yang mahramnya, kita nggak perlu mengenakan hijab. Biarkan rambut kita terurai dan bernafas bebas hahaha
  • Jangan mengikat rambut jika masih basah. Ini nih yang kadang sering dilakuin nazia hehe. Karena buru-buru mau ngampus misalnya, rambut yang masih basah kepaksa harus diiket dan langsung pake hijab. Nah jangan gitu ya guys, kita bisa pake hair dryer kok supaya rambut kita kering dengan lebih cepat^^

Nah itu sedikit tips buat kamu-kamu perempuan berhijab supaya terhindar dari yang namanya ketombe. Selamat mencoba^^

Fenomena Hijab Masa Kini

Niat Berhijab Karena Allah


Dulu, masyarakat memandang wanita berjilbab itu sebagai hal yang tidak lazim. Hingga kita bisa menghitung dengan jari jumlahnya. Pandangan tak lazim itulah yang membuat para muslimah enggan menutup auratnya. Akan tetapi, sekarang hijab telah menjadi tren yang cukup membumi. Hingga kalangan artis yang kita kenal kerap tampil dengan busana-busana yang "Mentereng" satu-persatu mulai hijrah. Maka tak heran berbagai model hijab pun bermunculan. Ada model X lah, Y bahkan sampai model Z


Dengan "Booming" nya hijab di zaman now, syukur pun parut kita ucapkan. Karena ternyata sekarang banyak orang utamanya wanita yang mulai sadar dengan kewaji bannya menutup aurat. Tapi...,,, kadang miris juga karena ada yang salah dengan niat berhijab, ya itu cuman ikut ikutan tren. Dan ketika ada tren lain malah ngikut lagi yang baru. Astagfirullah... moga-moga kita nggak termasuk golongan itu ya guys^^




 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, 
dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) 
nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya… QS An-Nuur ayat 31”


Muslimah sejatinya harus sadar bahwa berhijab bukan hanya sekedar tren, bukan pula penarik perhatian, melainkan sebuah bentuk ketaatan terhadap-Nya. Dimana bila kita mengenakannya bisa mendatangkan pahala, bukan malah mendatangkan dosa dan nista. 

Mari luruskan kembali niat kita dan perharui terus niat kita dalam berhijab. Persembahkan semuanya untuk Allah, hanya untuk Allah. Agar kita senantiasa termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia maupun akhirat. Terus berproses, terus berusaha mengistiqomahkan diri, dann.. ingat just focus onAllah.^^

Kopi dan Rindu

Ruakan Rindu Disecangkir Kopi

Sajak Kopi Rindu


Imaji disecangkir kopi
Mengurai malam nan pekat
Hantarkan purnama pada detak kemesraan
Mesra dalam cinta-Nya


Warna hitam pekat
Menyeruakan rasa penyesalan
Akan hari lalu dan masa yang hilang
Tentang muara rindu yang tak perlu



This entry was posted in