Keutamaan Takbir dan Tasbih dalam Perjalanan

Keutamaan Membaca Takbir dan Tasbih dalam Perjalanan dalam Islam - Kuy Hijrah


Dalam Islam Bila seseorang sedang berada dalam perjalanan baik dekat ataupun jauh ada satu keutamaan yang sederhana namun tidak semua orang tahu karena mungkin cuek dengan agama sendiri dan enggan mencari tahu, maka dalam kesempatan kali ini naziya akan berbagi sedikit ilmu yang mudah mudahan memberikan manfaat untuk kita semua amiin ^^ bahasan yang akan naziya bahas kali ini yaitu tentang hadist tentang keutamaan membaca takbir dan tasbih ketika dalam perjalanan.

Hadist Nabi Keutamaan Membaca Takbir dan Tasbih Ketika Berpergian - Kuy Hijrah

Ketika berjalan naik (menanjak) membaca takbir :

 (Allah Maha Besar) اللهُ أَكْبَرُ

dan bila dalam keadaan berjalan turun (menurun) membaca Tasbih :
 
(Maha Suci ALLAH) سُبْحَانَ اللهِ


Keutamaan Membaca Takbir dan Tasbih dalam Perjalanan dalam Islam - Kuy Hijrah
Hadist Takbir dan Tasbih Dalam Perjalanan

Hal ini sesuai dengan hadist nabi dari (HR. Bukrahi) yang berbunyi:

قال جابر رضي الله عنه: كُنَّا إِذَا صَعَدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Dari Jabir رضي الله عنه dia berkata: “Kami apabila berjalan naik, membaca takbir, dan apabila kami turun, membaca tasbih.” (HR. Bukhari)

Baca Juga :
Hadist Keutamaan Menahan Amarah Dalam Islam - Kuy Hijrah
Ciri Keruntuhan Generasi Islam di Masa Depan - Kuy Hijrah

Nah Mungkin cukup sekian bahasan yang bisa naziya berikan hari ini semoga bermafaat.
This entry was posted in

Marah Dalam Islam

Cara Mengatasi Marah Dalam Islam


Emosi adalah luapan atas ketidak sukaan seorang terhadap hal yang bertentangan dengan hati nuraninya.Penyebabnya bisa beragam misalnya saja karena sebuah kata-kata, perilaku/tindakan, dan bahkan oleh suasana tempat kita berada sekalipun, bisa memancing terluapnya sebuah emosi diri.


Dalam keadaan marah/ emosi, seseorang kerap tak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga banyak hal buruk yang bisa terjadi jika seseorang tidak bisa menahan emosinya, diantaranya:

Tips Mengatasi Emosi Dalam Islam

  1. Menemui banyak kesulitan dan akhirnya penyesalan (al-Qur‟an, 21: 78). Berbagai akibat kemarahan yang hanya „sesaat‟ itu ternyata berakibat kegagalan  luar biasa dan sering berlangsung dalam waktu yang relatifpanjang dalam kehidupan seseorang. Sering ada ungkapan “Andai engkaumau sabar dan berpikir sedikit saja, tentu tidak seperti ini hasilnya”. Iniadalah ungkapan penyesalan atas kesulitan yang diakibatkan tindakan marah. Contoh kasus terbaru adalah Briptu Deny (baru pulang kerja) yang emosi dengan memegang senjata api dan  diarahkan ke wajah istrinya,ketika istrinya mengatakan “kita cerai saja”. Dan terjadilah penembakan suami atas istrinya yang tercinta. Kini Deny sangat menyesal dan terancam dipecat dari dinas Polri dan dipenjara. Mengapa Deny tidak sabar beberapa detik atau menit? Mengapa istrinya yang cemburu tidak menunggu Sang Suami istirahat dulu dan kemudian ditanya baik-baik? 
  2. Tidak memperoleh keuntungan (kebajikan) apa pun, malah kerugian yang besar yang akan dideritanya (al-Qur‟an, 33 : 25). 
  3. Murka dan laknat Allah adalah puncak akibat negatif yang sangat mungkinditerima seseorang ketika ia tidak mampu mengelola emosi marahnyasehingga melakukan tindakan-tindakan yang melanggar shara‟(al-Qur‟an, 4: 93)
Baca Juga:

Maka untuk menghindari akibat buruk dari marah, kita harus bisa mengendalikan amarah itu. Berikut tips tips nya^^


  1. Menahan marah adalah sesuatu yang sangat sulit, apalagi ia berkesempatandan atau mampu menumpahkan kemarahannya itu. Tetapi, itulah yangdiajarkan pertama kali oleh al-Qur‟an ( al-Qur‟an, 3: 134 ). Meskipun ada hak membalas (siksaan/ kezaliman orang lain) secaraseimbang, tetapi sabar (Sabr ) adalah jauh ebih baik dan merupakan salahsatu wujud nyata dari sikap menahan marah (al-Qur‟an, 16: 126). Ketika marah sedang „membajak‟ pikiran korteks visual dan langsung keamigdala (sehingga tidak memperhatikan aspek rasional) untuk meresponpengaruh luar, maka langkah pertama adalah menahan sekuat tenaga agartidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu yang diajarkan olehRasulullah dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, dariBakr bin Khalaf, misalnya, adalah ketika marah dalam keadaan berdiri,segeralah duduk; bila marah masih juga belum mereda, maka segeralah tidurberbaring. Hadith dengan perawi yang sama, dari Ahmad bin Hambal,Nabi Saw menyuruh segera berwud}u apabila kita sedang marah.
  2. Setelah mampu mengendalikan marah, berikutnya adalah memaafkankesalahan orang lain. Dalam hal memaafkan ini, beberapa ungkapan yangsering dipakai dalam al-Qur‟an adalah: „Afa, Safaha, Ghafara, Salaha, danSabara – ada yang berdiri sendiri, ada yang dirangkai satu sama lain.„Afa - Ya‟fu - „Afwan (memaafkan, mengampuni) yang tidak dirangkaidengan kata lain yang semakna, misalnya: al-Qur‟an, 2: 237; 4: 149. Ataudirangkai dengan kata lain yang semakna, yakni Safaha – Yasfahu – Safhan(memaafkan) misalnya dalam al-Qur‟an, 2: 109; 5: 13; 24: 22 an 65: 14.Juga dirangkai dengan Ghafara - Yaghfiru – Ghufranan (menutupi,mengampuni) seperti dalam al-Qur‟an, 3: 159. Bahkan ada juga yangdirangkai dengan Aslaha (memperbaiki) seperti dalam al-Qur‟an, 42:37.Sedangkan Sabara yang dirangkai dengan Ghafara dapat dijumpai dalam al-Qur‟an, 42: 43.
  3. Memperhatikan banyaknya ayat-ayat yang memerintahkan memaafkankesalahan orang lain tersebut, dapat dikemukakan bahwa sikap lapang dada(pemaaf) termasuk kunci penting dalam pengendalian marah.
  4. Langkah berikutnya adalah berbuat Ihsan terhadap orang yang lain yangzalim kepada kita (al-Qur‟an, 3: 134; 41: 34-35). Al-Qur‟an bahkanmengajarkan agar sedapat mungkin sebuah kejahatan ditolak justru dengankebaikan, seperti dalam al-Qur‟an, 13: 22; 23: 96; dan 28: 54. Dalam sebuah hadith riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Saw pernahmenjelaskan bahwa “Sesungguhnya Allah ketika menciptakan makhluk, Iamenulis di atas „Arash-Nya: Sungguh rahmat-Ku mendahaului marah-Ku”.Jelas sekali dalam hadith ini dianjurkan agar sentuhan kasih sayang wajibdidahulukan, dan bukan marah
  5. Segera dan sering berzikir (istighfar, salat dan lain-lain) seperti yangterkandung dalam makna al-Qur‟an, 21: 78; dan 48 : 29
  6. Kalaupun terpaksa harus marah, maka tetap dilakukan secara proporsionalseperti yang terkandung dalam sikap antara ruhama‟ dan ashiddda‟ (al-Qur‟an, 48 : 29 dan 4 : 91).
Sumber rujukan:
Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosional. ter. T. Hermaya. Jakarta: PT GramediaPustaka Utama, 2005
al-Nawawiy, Abi Zakariyya Yahya bin Sharaf. Riyad al-Salihin (Bairut: Dar alFikr, 199

Ciri Runtuhnya Generasi Muslim Di Masa Mendatang


Salah Satu Ciri Runtuhnya Generasi Muslim di Masa Yang akan datang

Hilangnya Suara Tawa dan Riang Anak Kecil di Dalam Masjid

"Jika suatu saat masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak tertawa anak-anak riang di antara shaf-shaf Shalat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan Generasi muda kalian di masa itu "  Pesan Sultan Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstantinopel)



Coba Perhatikan dengan seksama kondisi Masjid di kawasan kita saat ini, Sudah Sunyi dan sepi atau masih ramaikah dengan celoteh dan canda khas anak-anak yang bermain dimesjid, atau mungkin kini anak anak sudah merasa asing dengan mesjid karena sering di marahi dan diusir dari mesjid dengan alasan bising dan menggangu ke khusuan salat?

Salah Satu Tanda Hancurnya Islam Di Masa yang akan datang
Salah Satu Tanda Hancurnya Islam Di Masa yang akan datang

Ayolah Jangan Egois Ingat ! Umat ini akan Hancur Jika Anak anak kita tidak dilatih untuk mencintai Mesjid ! dengan hilangnya suara-suara kecil mereka yang khas di Masjid-masjid kita...

Baca Juga

Bolehkah Seorang Muslimah Eksis Di Media Sosial?
Urgensi Janji Dalam Islam Menurut Al Quran


Itulah Tanda Keruntuhan dan Jatuhnya Generasi Mendatang..Innalilah ..

Bolehkah Seorang Muslimah Eksis Di Medsos?



Pandangan Boleh Tidaknya Wanita Muslimah Eksis Di Medsos

by Budeh & Naziya

Gengs, aku mau sharing (lebih tepatnya memeberikan pandangan) terkait suatu hal yang sering ditanyakan kepada diri yang penuh kekurangan ini^^

Pernah nggak sih kalian ngerasain khawatir gara-gara berbeda pendapat sama orang, atau misalnya mendapati sesuatu yang bertentangan dengan diri kita sendiri? Jangan hawatir, teu kudu hariwang komo rarungsing hahahaha kita tetap bebas memilih kok^^

Menurutmu boleh nggak sih perempuan upload fotonya di media sosial? Eksis-eksis di dunia maya gitu

Lalu aku merenung menelusuri lubuk hati yang terdalam.... Eaaakkkk hahahaha

Gambar terkait


Ginini jawaban Naziya yang sepaket banget sama Budeh^^
Saya yakin setiap orang punya value/nilai yang ia pegang untuk menjaga dirinya, sebutlah itu nilai agama, sosial atau yang lainnya. Bagi orang-orang yang memiliki value  tersebut pasti tahu betul apa tujuan meng upload kegiatan atau foto dirinya.

Barangkali dengan ia menjadi menjadi manusia hitz di media sosial itulah cara mengajak orang kepada kebaikan. Kita kenal berbagai muslimah inspiratif misalnya Oki Setiana Dewi, Wirda Mansur, Resa Rere dst. Jelas ini memberi maslahat untuk banyak orang.

Berbeda jika hanya meng upload  foto-foto yang tidak bermanfaat, misalnya foto manyun  gak jelas, sangat close up atau hal-hal yang tidak perlu.

Percayalah sesuatu yang diniatkan baik akan baik pula hasilnya. Tinggal kita luruskan lagi niat bermedia sosialnya. Apa peran kita? Di depan layar dengan segala ajakan positif yang memerlukan kita membuka diri atau di belakang layar yang sering kali tidak eksis namun tetap berusaha bermanfaat:)

Hal penting lainnya kita tidak perlu saling merasa benar atas pilihan-pilihan yang barangkali berbeda dengan orang-orang sekeliling kita karena kitalah yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita pilih. Saya pribadi merasa kagum denga orang-orang yang berada di arena spotlight, bersinar menebar manfaat dengan keeksisannya pun saya juga bangga dengan mereka yang jarang terlihat di dunia maya, cahayanya tetap terpancar karena manfaatnya untuk orang-orang sekelilingnya. Kita mencoba memahami medan juang setiap orang yang berbeda? Setuju?
This entry was posted in

Tentang Menunggu


Menunggu
Pernah membawaku pada ketidak percayaan
Menunggu
Kadang membawaku pada titik jenuh membuncah


Menunggu
Juga pernah membuatku berhenti
Menggantung harap pada-Nya
Tentang kamu

Tapi,
Bait rindu membawaku kembali
Meyakini ketetapan-Nya
Meyakini,
Bahwa kamu adalah kasih sayang
Yang akan Dia berikan
Dengan cara yang indah

This entry was posted in

Tugas Kita Hanyalah Taat

Bentuk Ujian Allah Kepada Hambanya

Hari ini Naziya belajar sesuatu dari perbincangan singkat antara aku dengan kekasih yang masih dirahasiakan-Nya. Ya sudah lama sekali memang, tidak mengabarinya, tidak mempertanyakannya pada Allah atau sekedar menyapanya dalam doa sepertiga malam.

Setiap kata yang tertulis untuknya kembali Ziya baca selembar demi selembar. Nggak nyangka, ternyata dihari-hari yang lalu Ziya benar-benar berusaha menjaga aliran cinta itu tetap murni untuknya. Ternyata Ziya juga sebegitu meyakininya. Meyakini dia akan tiba meski kita tidak bertegur sapa layaknya pasangan-pasangan muda masa kini, meyakininya meski Ziya dan dia sama-sama tidak saling mengenal. Ah jangankan saling mengenal, tahu namanya saja belum^^


Tapi, dilembar kesekian Ziya mulai memutuskan untuk berhenti menulis. Mulai benci harus mengabarinya karena tak pernah sekalipun bisa Ziya dengar bagaimana dia membalas setiap kata-kata rindu itu. 

Tak lama setelahnya Allah kirimkan sebuah peran baru untuk Ziya. Dimana Ziya harus merasakan kekecewaan mendalam, hingga saat Ziya bercerminpun Ziya tak lagi mengenal diri sendiri.

Penuh amarah,
ketidak ikhlasan,
dan sangat kecewa atas ketetapan-Nya.

Namun, sebuah untaian rindu pada lelaki yang dirahasiakan-Nya kembali menjadi pengingat untuk Ziya agar kembali menjadi sosok Ziya yang dulu. Meskipun, pasti butuh perjuangan keras agar bisa ikhlas. Walau ikhlas memanglah tidak mudah, tapi... proses menuju ikhlas itu juga bukan sesuatu yang sulit jika kita terus melibatkan-Nya. Berprasangka baik kepada-Nya, yakini bahwa keindahan itu tidak selalu senyuman yang merekah, tapi juga terkadang air mata kepedihan.

So, buat temen-temen yang mungkin sedang diuji oleh Allah baik dalam bentuk kesedihan maupun kebahagiaan jangan lupa ya tugas kita hanya satu TA'AT sama Allah. 

Karena sejatinya seperti apapun kita, fisik kita, harta, jabatan, dan apapun/bagaimana pun diri kita itu adalah amanah dan ujian dari-Nya. Amanah agar terus bermain sebagai aktor-Nya dan ujian agar tetap pada jalur keta'atan. 
This entry was posted in

Puisi Malam Islami

Kuningan, 23: 09 WIB

MALAMKU

Malam
adalah kemesraan
bagi jiwa yang merindu cinta


Malam
adalah kekuatan
bagi jiwa yang senantiasa percaya
akan indahnya sebuah pertemuan




Malam
adalah cara mengistirahatkan hati
yang kadang lupa dengan singkatnya duniawi

Malam
adalah keindahan.
karenanya,
resahku, sombongku,dan sesatku 
TERHENTI
This entry was posted in

Tentang Dosa Manusia

Kuningan, 00:05 WIB

Puisi Tentang Dosa Manusia


Semisal pagi tak lagi menyapa
Lantas apa yang akan kau perbuat?
Masihkah kau tersenyum?



Semisal malam tak lagi berganti,
Masihkah dapat kau katakan
Sejuk ku dalam keheningan malam?



Semisal denyut nadimu tak lagi terasa
Masih sempatkah kau meminta
Berdoa dengan dosa?
This entry was posted in

Lingkar Hitam

Kuningan, 08.00 WIB

PUISI LINGKAR HITAM

Lingkar hitam
Menghias rona berseri
Si titik hitam dengan mata yang tajam


Lingkar hitam
Membekas
Meski produk-produk mutakhir menghias


Lingkar hitam mu
Masih saja membekas
Meski setetes ikhlas membasahi
Ketundukan telah kau jalani
This entry was posted in

Puisi Dibalik Kerinduan

Kuningan, 21:49 WIB

Secara sederhana,
Nirwana adalah kerinduan
Seisi semesta



Secara sederhana,
Neraka adalah cinta
Bagi mawar merah 


Indah,
Namun berduri
Mewangi
Tapi meracuni


This entry was posted in

Puisi Suara

Kuningan, 2016

Suara genderang
Menghentak jantung
Semakin dalam


Begermuruh
menjadikan ia berdesir cepat


Membuncah didada
Namun tak sampai pada kata

Suara genderang
Menghenjak jantungku
Saat aku
Masih merakit bulu mata
This entry was posted in

Puisi Tanda Tanya

Tasikmalaya, 23 Juni 2018


Dalam Tanya?


Dalam suka
Aku masih bertanya
Bagaimana aku percaya?

Dalam tawa
Aku masih bertanya
Bagaimana bisa ku temanimu?


Dalam cinta
Aku pun masih bertanya
Bagaimana kamu bisa mencinta?

Wahai dendam
orang-orang kecil yang ditinggalkan cinta

This entry was posted in