Tugas Kita Hanyalah Taat

Bentuk Ujian Allah Kepada Hambanya

Hari ini Naziya belajar sesuatu dari perbincangan singkat antara aku dengan kekasih yang masih dirahasiakan-Nya. Ya sudah lama sekali memang, tidak mengabarinya, tidak mempertanyakannya pada Allah atau sekedar menyapanya dalam doa sepertiga malam.

Setiap kata yang tertulis untuknya kembali Ziya baca selembar demi selembar. Nggak nyangka, ternyata dihari-hari yang lalu Ziya benar-benar berusaha menjaga aliran cinta itu tetap murni untuknya. Ternyata Ziya juga sebegitu meyakininya. Meyakini dia akan tiba meski kita tidak bertegur sapa layaknya pasangan-pasangan muda masa kini, meyakininya meski Ziya dan dia sama-sama tidak saling mengenal. Ah jangankan saling mengenal, tahu namanya saja belum^^


Tapi, dilembar kesekian Ziya mulai memutuskan untuk berhenti menulis. Mulai benci harus mengabarinya karena tak pernah sekalipun bisa Ziya dengar bagaimana dia membalas setiap kata-kata rindu itu. 

Tak lama setelahnya Allah kirimkan sebuah peran baru untuk Ziya. Dimana Ziya harus merasakan kekecewaan mendalam, hingga saat Ziya bercerminpun Ziya tak lagi mengenal diri sendiri.

Penuh amarah,
ketidak ikhlasan,
dan sangat kecewa atas ketetapan-Nya.

Namun, sebuah untaian rindu pada lelaki yang dirahasiakan-Nya kembali menjadi pengingat untuk Ziya agar kembali menjadi sosok Ziya yang dulu. Meskipun, pasti butuh perjuangan keras agar bisa ikhlas. Walau ikhlas memanglah tidak mudah, tapi... proses menuju ikhlas itu juga bukan sesuatu yang sulit jika kita terus melibatkan-Nya. Berprasangka baik kepada-Nya, yakini bahwa keindahan itu tidak selalu senyuman yang merekah, tapi juga terkadang air mata kepedihan.

So, buat temen-temen yang mungkin sedang diuji oleh Allah baik dalam bentuk kesedihan maupun kebahagiaan jangan lupa ya tugas kita hanya satu TA'AT sama Allah. 

Karena sejatinya seperti apapun kita, fisik kita, harta, jabatan, dan apapun/bagaimana pun diri kita itu adalah amanah dan ujian dari-Nya. Amanah agar terus bermain sebagai aktor-Nya dan ujian agar tetap pada jalur keta'atan. 
This entry was posted in