Sunnah Rasulullah Pada Hari Jum'at

Keutamaan Hari Jum'at dan Sunnah-Sunnahnya

hari jumat berkah
Hari jumat adalah hari ke enam dalam urutan hari. Pada hari jumat biasanya kaum muslimin akan beramai-ramai melaksanakan ibadah, sebagaimana asal muasal jumat itu sendiri yang berasal dari bahasa arab jumu'ah yang artinya beramai-ramai. Hari jumat menjadi istimewa bagi kaum muslimin, kira-kira kenapa ya? oke berikut penjelasannya

Baca Juga
Keutamaan Bersiwak
Apa alasan boleh mengerjakan tayamum
Alasan harus berwudhu sebelum shalat

Baiklah teman-teman sebelum kita bahas mengenai sunnah yang diajarakan Rasulullah di hari jumat ada salah satu keutamaan hari jumat.
Rasulullah SAW menegaskan, “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah Hari Jumat” (HR Muslim).

Lalu bagaimanakah sunnah-sunah di hari jumat itu?
sunnah rosul


Ada beberapa hal yang suka dilakukan Rasulullah di hari jumat. Bahasannya akan admin sertakan hadits nya. Semoga bermanfaat dan kita bisa mencontoh apa yang dilakukan beliau. Berikut ini hal-hal/ sunnah yang diajarkan berkenaan dengan hari jumat:
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846)

Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah.” (HR. Bukhari no. 894 dan Muslim no. 844)

Dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak.” (HR. Ibnu Majah no. 1098, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat Jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Baca juga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Menyegerakan datang ke mesjid di hari jum'at
Pada hari jum'at Rasulullah menganjurkan untuk segera datang ke mesjid. Dikutip dari Muhammad Ismail Al-Jawsy 2014: 284 beliau berkata:
Barang siapa yang mandi pada hari jum'at dengan mandi sunnah, kemudian dia pergi ke masjid pada awal waktu, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor unta. Dan barang siapa yang pergi pada saat kedua, seolah olah ia telah berkurban seekor sapi. Dan barang siapa yang pergi pada saat ketiga, seolah olah ia telah berkurban seekor domba bertanduk.Dan barang siapa yang pergi pada saat keempat, seolah olah ia telah berkurban seekor ayam.Dan barang siapa yang pergi pada saat kelima, seolah olah ia telah berkurban sebutir telur. Kemudian, jikalau imam sudah keluar dan naik mimbar, para malaikat turut hadir untuk mendengarkan sembari berdzikir.

5. Membaca surat Al Kahfi di hari jum'at
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)

6. Memperbanyak Shalawat di hari jum'at
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)











This entry was posted in

Berpuasa Seperti Rasulullah

Menjalankan Puasa Meneladani Akhlaq Rasulullah

Materi Puasa

Puasa.
Bagi seluruh muslim yang taat puasa adalah kewajiban. Puasa juga merupakan hal yang biasa dan selalu dinantikan. Menjadi sesuatu yang sangat dirindukan karena begitu banyak pahala di dalamnya, juga banyak hal-hal lain yang menjadi ciri khasnya seperti asiknya menanti berbuka dengan menyiapkan hidangan terbaik dari sisi seorang ibu, menjadi tempat bersilaturahmi karena sering bertemu bertegur sapa dengan tetangga ketika akan melaksanakan shalat tarawih, beburu pakaian terbaik dan menyiapkan aneka untuk menyambut hari kemenangan, berbagi tanpa batas dan tanpa rasa takut akan habisnya harta kita karena tau betapa mulianya bulan ramandhan.

Setelah kemaren ngobrolin tentang persiapan menyambut bulan ramadhan nah sekarang admin bakal bahas apa sih yang harus dilakuin saat puasa? tentunya mengisi bulan ramadhannya ala Rasul ya... biar dapet pahala dan kebaikan^^

Baca Juga
Keutamaan Bersiwak
Apa alasan boleh mengerjakan tayamum
Alasan harus berwudhu sebelum shalat
Proses menstruasi
Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam
Adab memotong kuku menurut Islam


Hal- hal yang dilakukan Rasul Ketika Bulan Ramandhan
1. Memperbanyak sedekah, beramal dan memberi makan fakir miskin pada bulan ramadhan
contoh sedekah

Rasulullah Saw Berkata yang artinya
Sedekah yang paling utama adalah yang dilakukan pada saat bulan suci Ramadhan. Beliaupun berkata: Barang siapa yang berbuka dari puasanya pada saat bulan suci ramadhan, para malaikat mendoakannya dan mendoakannya pula atasnya pada malam lailatul qadar. 

dalil shalat tarawih

Rasulullah berkata:
Barang siapa yang bangun pada waktu malam dalam bulan Ramadhan, kemudian ia solat karena iman dan mengharapkan Ridha Allah, sungguh dosa dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan di tempat lain beliau berkata: Sesungguhnya puasa dan membaca AlQuran bagi seorang hamba pada hari kiamat kelak. Amalan puasa berkata 'pada hari itu aku dilarang untuk makan dan minum pada siang hari.' Kemudian Al Quran berkata 'pada hari itu aku dilarang untuk tidur. maka aku akan memberi syafaat pada hamba ini."

dzikir harian

umroh ramadhan

Rasulullah berkata: Umrah pada bulan ramadhan adalah sama derajatnya dengan melakukan haji bersamaku.
Buat yang mau umrah boleh deh cek di www.yukumroh.org

hadits menyegerakan buka puasa

Rasulullah berkat: Tidak henti-hentinya manusia berada dalam kebaikan selama dia menyegerakan untuk berbuka dan mengakhirkan sahur.

doa buka puasa

Doa yang dibaca Rasulullah ketika berbuka puasa
Dzahabadzoma u wabtallatiluruqu wa tsabatal ajru insyaAllahu

kurma muda

Anas bin Malik meriwayatkan: Rasulullah saw berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum beliau shalat, namun apabila tidak memilii kurma basah beliau hanya memakan beberapa butir kurma kering, dan apabila tidak didapatkan pula itu, beliau hanya meneguk air.

lailatul qadar

Aisyah pernah berkata bahwa: Rasulullah saw jika masuk malam ke sepuluh dari bulan Ramadhan, malam-malamnya suka disibukan dengan membangunkan keluarganya, serta benar-benar mengencangkan sarungnya (maksudnya meningkatkan ibadah malamnya).






This entry was posted in

Adab Memotong Kuku menurut Islam

Adab Memotong Kuku yang Wajib Diketahui



hari memotong kuku dalam islam

Kuku merupakan bagian dari tubuh manusia yang sangat indah dan cenderung mudah untuk tumbuh atau memanjang. Bahkan dalam satu minggu saja bisa sampai 2 atau 3 kali diperlukan untuk memotongnya. Kuku tangan maupun kaki menjadi hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat harus dipotong, hal ini dikarenakan kuku yang panjang dapat  menjadi sarang kotoran dan mengganggu aktivitas lainnya, seperti mencuci, bertualang, bercanda dengan teman/yang lainnya dan hal-hal daripada itu. Mengapa demikian? Kebayang dooong ketika kuku kita panjang kemudian harus mencuci? Pasti bakal was-was karena takut kuku yang “super indah”menurut kita akan patah.Kebayang juga kan pas lagi becanda tiba-tiba temen ngehindar karena takut kena cakar kuku yang panjang.

Itulah imajinasi yang sebenarnya merupakan salah satu fakta dari kuku yang panjang. Lantas bagaimana menurut Islam?

Memotong kuku dalam Islam merupakan perintah Allah. Hal ini terdapat dalam hadits memotong kuku
. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Imam Nawawi rahimahullah berkata,
وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة:
“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).

Setelah kita mengetahui hadits memotong kuku, sekarang kita harus memperhatikan bagaimana cara memotong kuku yang dianjurkan. Pastinya sebelum memotong kuku kita harus siapkan gunting kuku terlebih dahulu. Dalam Kitab Almajmu, sunnah memotong kuku adalah sebagai berikut:
ويستحب ان يبدأ باليد اليمني ثم اليسرى ثم الرجل اليمني ثم اليسرى
“Disunahkan untuk memulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri, dari kaki kanan kemudian kaki kiri.”
urutan memotong kuku rumaysho

Menurut Imam Nawawi, sunnah dalam memotong kuku dimulai dari tangan kanan yakni jari telunjuk, tengah, manis, kelingking dan jempol. Lalu dilanjutkan jari tangan kiri, mulai dari jari kelingking, manis, tengah, telunjuk dan jempol.Berikutnya kuku jari kaki, sunnahnya dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol. Kemudian kuku jari kaki kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking. Dalam Kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar menuliskan;
وَلَمْ يَثْبُتْ فِي تَرْتِيبِ الْأَصَابِعِ عِنْدَ الْقَصِّ شَيْءٌ مِنَ الْأَحَادِيثِ لَكِنْ جَزَمَ النَّوَوِيُّ فِي شَرْحِ مُسْلِمٍ بِأَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْبَدْاَءةُ بِمُسَبِّحَةِ الْيُمْنَي ثُمَّ بِالْوُسْطَى ثُمَّ الْبِنْصِرِ ثُمَّ الْخِنْصِرِ ثُمَّ الْإِبْهَامِ وَفِي الْيُسْرَى بِالْبَدْاَءةِ بِخِنْصِرِهَا ثُمَّ بِالْبِنْصِرِ إِلَى  الْإِبْهَامِ وَيُبْدَأُ فِي الرِّجْلَيْنِ بِخِنْصِرِ الْيُمْنَى إِلَى الْإِبْهَامِ وَفِي الْيُسْرَى بِإِبْهَامِهَا إِلَى الْخِنْصِرِ
“Tidak ada satu pun hadis yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi Imam Nawawi menegaskan dalam kitab Syarh Muslim, bahwa disunahkan untuk memulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol. Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258). Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

“Adapun menurut Imam asy-Syafi’i dan ulama-ulama asy-Syafi’eyah, sunah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Juma’at, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Juma’at,” (Hadis riwayat Muslim)

Begitulah sekilas tentang adab memotong kuku.Semoga bukan hanya dijadikan pengetahuan saja, akan tetapi berusaha diamalkan. 

This entry was posted in

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

pengertian puaa ramadan

Assalamu'alaikum kawan-kawan semua. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk kita semua. Aamiin. 
Tidak terasa, rasanya baru kemarin kita merasakan nikmatnya bulan ramadhan. Sekarang sebentar lagi kita akan menginjak pada bulan ramadhan. Semoga Allah sampaikan kita kepadanya, aamiin.
Baiklah kali ini admin akan share mengenai bulan ramadhan.

Dalam bulah hijriah Ramadhan adalah bulan ke sembilan. Bulan ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, bulan dimana seluruh umat muslim melaksanakan puasa selama sebulan penuh lamanya. Bulan penuh kerinduan karena didalamnya mengalir banyak pahala, bahkan dari hal terkecil seperti tidur.

Baca Juga
Keutamaan Bersiwak
Apa alasan boleh mengerjakan tayamum
Alasan harus berwudhu sebelum shalat
Proses menstruasi
Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

Berikut ini firman Allah/ ayat tentang puasa

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Baqoroh ayat183)

Selain itu kewajiban berpuasa juga ada dalam sabda Rasulullah saw 
 بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Islam ditegakan atas 5 dasar: Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusanNya, Mengerjakan shalat, Mengeluarkan zakat, Mengerjakan haji, Berpuasa pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori, Muslim, dan Ahmad)


Ayat Al-Quran dan Hadits di atas menjelaskan wajibnya berpuasa bagi orang Islam. Namun ternyata ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar seorang muslim bisa berpuasa. Menurut Moh. Rifa'i dalam Fiqih Islam (1398: 327-328) syarat-syarat wajib berpuasa adalah sebagai berikut:
1. beragama islam
2. Baligh; anak-anak belum diwajibkan berpuasa, tapi apabila kuat mengerjakannya boleh diajak puasa sebagai bentuk latihan.
3. Berakal (tidak gila)
4. Suci dari haidh dan Nifas. Orang yang haid tidak boleh berpuasa dan diwajibkan menggantinya dihari lain selain bulan ramadhan. Begitu pula orang yang Nifas tidak diwajibkan berpuasa dan harus mengganti dihari lain/ membayar fidyah
5. Kuasa (ada kekuatan). Kuasa disini artinya tidak sakit dan  dan bukan orang tua. Apabila sakit dan orang tua yang renta, mereka boleh tidak berpuasa namun harus membayar fidyah. 

MasyaAllah begitu mulianya Islam, tidak memberatkan, ketika yang tua sudah tak kuat berpuasa, orang yang sedang sakit, ketika wanita tengah haid, ketika wanita tengah hamil melahirkan dan menyusui, bahkan ketika kita dalam perjalanan jauh dan tak sanggup berpuasa, Allah memberikan keringanan dan bisa diganti dikemudian hari atau membayar fidyah sebagaimana dalam ketentuan.

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al-Baqoroh ayat 185)

Dalam berpuasa juga harus memperhatikan rukun puasa. Pengertian rukun puasa yakni niat bahwa esok akan mengerjakan puasa dari terbit matahari hingga terbenam matahari. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Adapun yang membatalkan puasa bagi wanita sebagian dan laki-laki menurut Moh Rifa'i halaman 329 adalah
1. Memasukan sesuatu ke dalam rongga badan dengan sengaja seperti makan, minum, merokok, memasukan benda ke dalam telinga atau ke dalam pangkal hidung hingga melewati pangkal hidungnya. Tetapi jika karena lupa, tidaklah yang demikian itu membatalkan puasa
2. Muntah dengan sengaja
3.Haid dan Nifas
4. Jima' pada siang hari atau pada waktu fajar shaddiq telah nampak
5. Gila walaupun sebentar
6. Mabuk atau pingsan sepanjang hari
7. Murtad, yakni keluar dari agama islam

Mungkin ini yang bisa admin share mengenai persiapan menyambut bulan ramdhan, utamanya persiapan pengetahuan. Semoga yang sedikit ini bisa menjawab semua pertanyaan why dalam diri kita. Why kita harus berpuasa. Lebih lanjutnya isnyaAllah akan dilanjut dilain waktu.

Jangan lupa jaga kesehatan semoga Allah sampaikan kita pada bulan ramadhan. yang belum qodo segera lunasi dari sekarang. Buat yang lainnya bisa mulai sekarang latihan buat puasa, puasa senin kamis dulu aja, biar pas ramadhan tubuh kita nggak kaget dengan pola makan yang baru. semoga bermanfaat...
wassalamualaikum
This entry was posted in

Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

Dalil menuntut ilmu
Ilmu merupakan otaknya kehidupan, karena tanpa ilmu kita akan bingung melakukan apa, akan kesulitan dalam menghadapi kejutan-kejutan dalam kehidupan. Betapa pentingnya ilmu bagi setiap manusia, bahkan mungkin untuk seluruh makhluk. Mislanya saja anak singa agar bisa bertahan hidup, tentu akan diajarkan dulu ole induknya tentang bagaimana mendapatkan mangsa dan juga bertahan di alam liar. Seekor anak singa saja perlu ilmu, apa lagi kita sebagai manusia yang diberikan amanah sebagai kalifah di muka bumi.

Lantas bagaimanakah kewajiban menuntut ilmu dalam Islam?
Baiklah kawan-kawan sekalian, sebelum kita bahas ke sana kita coba kenali dulu secara singkat tentang Islam. Islam adalah agama yang diturunkan sebagai penyempurna, tidak akan berubah meski zaman terus berganti, paripurna dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam sangat mengutamakan ilmu, hal ini terbukti dari di turunkannya ayat al quran yang pertama adalah tentang ilmu. Yakni surat Al-Alaq 1-5 yang artiinya:
1. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan
- Hal ini dapat kita ambil maknanya yakni Allah memerintahkan kita untuk menuntut ilmu (Iqra "bacalah") dan setiap kali akan melakukan sesuatu hendaknya niat karna Allah serta selalu ucapkan basmalah sebelum memulai

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah

3. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia
- Kata "Bacalah" sampai diulang ini berarti menuntut ilmu sangat wajib. Dan dengan ilmulah manusia memiliki perbedaan yang lebih dari makhluk lainnya

4.Yang mengajari manusia dengan pena
- Makna pena di sini adalah Allah yang menciptakan segalanya dan manusia yang harus menemukan makna dari penciptaan itu. Secara tidak langsung pula Allah memerintahkan untuk menulis, karena dengan tulisan itulah keberlangsungan ilmu pengetahuan dapat diteruskan secara turun temurun.

5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya
- dari ayat ini kita kembali mengingat bagaimana Allah mengajari Adam nama-nama benda. Bagaimana Allah memberikan pedoman berupa Al-Quran kepada manusia sebagai petunjuk bagi kehidupan.

Adapun Hadits Rasulullah yang artinya

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" (HR Ibnu Majah No. 224, dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu'anhu, disakan Al Albani dalam Shahiih al-jaami'ish Shaghiir no. 3913)

Sebagai seorang muslim tentu tugas kita hanyala taat dan patuh karena kita hanyalah hamba bukan pencipta. Sebagaimana dalam firman Allah Swt dalam surat An-Nur ayat 51 yang artinya

"Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasulnya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum diantara mereka hanyalah dengan mengatakan "kami dengar dan kami taat". Dan hanya merekala orang-orang yang berbahagia.

Adapun keutamaan menuntut Ilmu
Setelah kita mengetahui mengapa wajib menuntut ilmu. Tentu kita masih memiliki rasa penasaran, memangnya apa keutamaan bagi orang yang menuntut ilmu? berikut ini admin berikan jawaban singkatnya

1. Ilmu adalah salah satu penyebab dimudahkannya menuju syurga. Sebagaimana Hadits Abu urairah Radiyallahu'anhu, Rasulullah saw bersabda yang artinya
"Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menju syurga. "(HR Muslim)

Tentu saja dengan ilmu jalam menuju ke Syurga akan dimudahkan, karena orang yang berilmu akan tau mana yang baik dan buruk. Bagaimana memposisikan diri sebagai seorang hamba. Akan menyadari betapa sia sianya hidup jika tapa ketaatan kepadanya, karena esok lusa kita akan tiada dan menghadap kepada-Nya.

2. Ilmu adalah warisan para nabi.
"Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu.Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup (HR. Abu dawud, At-Tirmidzi, dan ibnu majah; dinyatakan shahi oleh asy-syaikh al-albani dalam shahiul jami' no. 6297)

3. Akan tetap kekal meski si pemilik ilmu suda tiada
"Jika seorang manusi meninggal, terputuslah amallnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang berdoa untuknya." (HR. Muslim)

4. Orang berilmu akan diangkat derajatnya
Allah Swt. berfirman
…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).

Allah Subhanahu wa Ta ‘ala berfirman,

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

 “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Mulk : 10).

5. Allah Tidak Memerintahkan Nabi-Nya Meminta Tambahan Apa Pun Selain Ilmu
 Allah berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

 “Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu“. (QS. Thaaha [20] : 114). dalil tegas diwajibkannya menuntut ilmu

6. Orang Yang Dipahamkan Agama Adalah Orang Yang Dikehendaki Kebaikan
Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037).

7. Yang Paling Takut Pada Allah Adalah Orang Yang Berilmu
 Hal ini bisa direnungkan dalam ayat,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Para ulama berkata,
من كان بالله اعرف كان لله اخوف

“Siapa yang paling mengenal Allah, dialah yang paling takut pada Allah”. 





This entry was posted in

Proses Menstruasi

yang boleh dilakukan saat haid menurut Islam

Assalamualaikum balik lagi nih di kuyhijrah^^
Semoga Allah berikan kekuatan untuk senantiasa tetap istiqomah dalam kebaikan dan ketaatan. Aamiin. Kali ini aku mau nulis tentang seputar kewanitaan yakni Haid/ menstruasi.

 

siklus haid pendek
Menurut Louis Ma‟luf, Al Munjid Fi Al Lughah, (Beirut: Dar al Masyriq, 1987), hlm. 164
haid adalah (menstruasi adalah) mengalirnya sesuatu. Dalam munjid fi al lugah kata haid -tanpa menjelaskan asal usul dan padanannya- berasal dari kata ḥaḍa-ḥaiḍan yang diartikan dengan keluarnya darah dalam waktu dan jenis tertentu. Sedangkan Wahbah al Zuhaili, Al Fiqh al Islami wa Adillatuhu, (Beirut: Dar al Fikr, 2008), Hlm.524 mengatakan Haid secara syara adalah darah yang keluar dari rahim perempuan dalam keadaan sehat dan tidak karena melahirkan atau sakit pada waktu tertentu. Dalam al-Qur'an lafad haid disebutkan empat kali dalam dua ayat; sekali dalam bentuk fi'il muḍāri‟ present and future (yaḥīḍ) dan tiga kali dalam bentuk ism maṣdar (al-maḥīḍ). Masalah haid dijelaskan dalam firman Allah surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya :

” Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ”Haid itu adalah kotoran.” oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang telah ditentukan oleh Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertobat dan menyukai orang yang menyucikan diri

1. Warnanya hitam
2. Pekat
3. Mencolok dikarenakan sangat panas
4. Keluarnya darah tersebut untuk memberikan manfaat
5. Baunya berbeda dengan darah-darah yang lain
6. Warnanya sangat merah

Baca Juga
Kemudian ada beberapa perbedaan haid nifas dan istihadah
Haid adalah darah yang keluar dari rahim perempuan dalam keadaan sehat dan tidak karena melahirkan atau sakit yang terjadi pada waktu tertentu. Nifas adalah darah yang keluar dari rahim dengan sebab melahirkan, baik itu keuarnya itu bersamaan ketika melahirkan, setelahnya ataupun sebelumnya dua atau tiga hari disertai rasa sakit. Istihadhah adalah darah yang tidak biasa dan bukan bersifat alamiah dari fisik perempuan, melainkan karena adanya pembuluh darah yang terputus.


Masa Haid dan Masa Suci
Wahbah al Zuhaili, op. cit, hlm. 527. lihat juga, Abdurrahman al Jaziri, Kitab al Fiqh ‟ala al Madzahib al Arba‟ah(Beirut: dar al kutub al „alamiah, 1990) hlm.119 mengatakan bahwa Para ulama berbeda pendapat mengenai lamanya masa haid, menurut syafii dan ahmad paling sedikitnya haid adalah sehari semalam dan paling lama adalah limabelas hari. Sedangkan menurut Abu Hanifah paling sedikit tiga hari tiga malam dan jika kurang dari itu disbut darah fasad dan paling lama haid adalah sepuluh hari. Menurut Maliki tidak ada batasan minimal dan batas maksimal bagi haid, walau hanya keluar satu tetes sudah terhitung haid.

Sedangkan Wahbah Zuhaili, ibid. 529, Abdurrahman al Jaziri, ibid. 119 menyebutkan sedikitnya masa suci diantara haid menurut jumhur ulama adalah limabelas hari. Karena dalam satu bulan biasanya perempuan mengalami siklus haid dan suci, sedangkan maksimal haid adalah limabelas hari sehingga minimal suci adalah limabelas hari juga.

Menurut hanabilah sedikitnya suci diantara haid adalah tigabelas hari. Seperti yang diriwayatkan Ahmad dari ‟Ali,” sesengguhnya seorang perempuan yang ditalak suaminya datang kepada Ali. Dia berkata bahwa sedang haid dihari yang ketigabelas.

Baca Juga
Keutamaan Bersiwak
Apa alasan boleh mengerjakan tayamum
Alasan harus berwudhu sebelum shalat

Menurut Wahbah al Zuhaili, op. cit, hlm.534 Dalam tradisi fiqh, terdapat lima hukum yang berkaitan dengan perempuan haid, sebagaimana yang dirumuskan oleh para ahli fikih. Yakni:
a)    Perempuan yang haid wajib mandi setelah selesai masa haidnya
Adapun cara mandi wajib haid dengan sempurna
cara menghitung masa haid dalam islam

- Niat
- mencuci tangan dan membersihkan kemaluan
- berwudhu
- membasahi rambut 3x dan memastikan basah hingga ke sela sela rambut
- mengguyur bagian tubuh sebelah kanan 3x kemudian bagian kiri 3x
- sampoan dan sabunan kemudian bersihkan
- terakhir berwudhu kembali

b) Haid sebagai pertanda baligh.
c) Penentuan kosongnya rahim seorang perempuan pada masa iddah dengan haid. Sebab, pada dasarnya hikmah iddah adalah untuk mengetahui kosongnya rahim.
d) Penghitungan mulainya masa iddah dengan haid, menurut madzab Hanafi dan Hanbali. Karena mereka memaknai lafadh tslasata quru‟ dengan haid. Iddahnya perempuan yang tidak hamil otomatis selesai dengan selesainya haid yang ketiga dan haid yang terjadi ketika talak tidak terhitung. Sedangkan menurut madzab maliki dan syafi‟i quru‟ berarti at thuhru, maka penghitungan iddah dimulai dengan masa suci dan berakhirnya masa iddah dengan mulainya haid yang ketiga. Masa suci saat jatuhnya talak terhitung dalam hitungan tsalasata quru‟ walaupun cuma sebentar.
e) Ditetapkannya kafarah atau hukuman karena melakukan jima‟ pada masa haid

2. Larangan-Larangan Bagi Perempuan Haid
Ada delapan hal yang dilarang bagi perempuan haid, yakni sebagai berikut:
a) Shalat
b) Sujud tilawah
c) Menyentuh mushaf
d) Masuk masjid
e) Thawaf
f) I‟tikaf
g) Membaca al quran
h) Thalak

Dari beberapa larangan diatas tiga hal yang menjadi ikhtilaf para ulama yaitu,
1. Masuk Masjid
Menurut Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid,(Indonesia: Dar Ihya‟ al Kutub al ‟Arabiyah, t.th), juz.1, hlm.35 dalam hal ini ulama terbagi menjadi tiga pendapat, pendapat pertama yan melarag perempuan haid memasuki masjid secara muthlak dan ini adalah pendapat madzab maliki. Kedua, pendapat yang melarang melarang perempuan haid memasuki masjid dan membolehkan jika sekedar lewat, dan ini adalah pendapat syafii. Ketiga, pendapat yang membolehkan perempuan haid memasuki masjid dan ini adalah pendapat ẓahiri.

2. Menyentuh Mushaf
Dalam Yayasan Penyelenggara Penterjamah Pentafsir Al Quran, op. cit, hlm.538 Jumhur ulama mengakui kemu‟jizatan al Quran sehingga melarang menyentuh al Quran bila tidak mempunyai wudhu, berhadas kecil saja dilarang apalagi yang berhadas besar seperti haid. Sedangkan bagi Ẓahiri tidak dilarang menyentuh mushaf walau tidak mempunyai wudhu. Perbedaan ini disebebakan perbedaan memahami ayat dalam Qs. Al waqi‟ah:79  

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan (Qs. Al waqi‟ah:79)

Menurut Daud al Ẓahiri dalam Abu Muhammad bin Hazm, al Muhalla, (Beirut: Dar al Fikr, t.th) hlm.77 al quran yang dimaksud oleh ayat diatas bukanlah al quran yang sekarang kita lihat, tetapi al quran yang bukan makhluk dan tersembunyi di lauh al mahfudh. Sedangkan mushaf yang kita pegang saat ini adalah makhluk, sehingga tak perlu dalam keadaan suci tuk menyentuhnya dan orang haid maupun junub juga tidak dilarang menyentuhnya.

3. Membaca Al-Quran.
Muhammad bin „Isa bin Saurah, Sunan al Tirmiżi,(Beirut: Dar al Kutub al „Alamiyah, t.th) , juz.1, hlm.221, lihat juga, Muhammad bin Yazīd, Sunan Ibnu Mājah, (Lebanon: Dar al Fikr, t.th), juz.2, hlm.242 mengatakan Para ulama yang mengharamkan perempuan haid membaca al quran berpedoman pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmiżi dan Ibnu Mājah dari Ibnu Umar, yang berbunnyi

لَتقرأ الِائض ولَالِنب شيئا من الق رآن     
“Janganlah perempuan yang haid dan orang junub membaca sesuatupun dari al Quran”

Menurut sebagian yang lain dalam Abu Ubaidah Usamah bin Muhammad al Jamal, op. cit, hlm.48 hadits itu ḍa‟īf, sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum. Ibnu Taimiyah berkata: melarang perempuan haid membaca al Quran sama sekali bukanlah sunnah dari Nabi.


Keutamaan Bersiwak

Apa itu Bersiwak dalam Islam

pengertian bersiwak dalam islam

Assalamualaikum sahabat kuyhijrah.com^^

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita agar senantiasa diberikan keistiqomahan dalam kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Baik sahabat, kali ini mimin mau share seputar siwak nih, selamat membaca :)

Gigi adalah salah satu pesona terpenting bagi manusia, karena ia merupakan simpul kepercayaan diri manusia. Ketika gigi bersih maka gak akan sungkan pastinya bersedekah lewat senyuman. Takan malu bila bercengkrama dengan orang lain. Lain halnya jika gigi tak bersih, bukan hanya bercengkrama namun penyakitpun mulai mengincar. Sakit gigi misalnya. Oleh karena pentingnya kebersihan gigi, maka seorang muslim diperintahkan bersiwak. 

Bersiwak dianjurkan (disunahkan) dalam 3 (tiga) keadaan, yaitu (1) ketika mulut berbau karena diam lama dan karena lainnya, (2) bangun dari tidur, dan (3) ketika akan wudu untuk shalat. Dasarnya adalah hadis-hadis berikut: 

Dari Aisyah r. a., bahwa Nabi saw. bersabda: Siwak itu dapat membersihkan mulut dan menyebabkan diridhai Tuhan - (H.R. Bukhari, Nasa`i dan Selain Keduanya).

Dari Abu Hurairah r.a bahwasannya Rasulullah saw bersabda: Sekiranya bukan akan membuat sulit dan sukar bagi umatku, tentulah aku akan memerintahkan mereka bersiwak pada tiap-tiap berwudhu. (H.R Malikdan Ahmad serta Nasa'i)

Dari Hadits di atas tentu kini dapat kita ketahui bahwasannya kita disunatkan bersiwak. Namun bersiwak juga ada yang dilarang yakni bagi orang-orang yang berpuasa. Dalam buku Fiqih Islam karya Moh. Rifa'i (1978: 68) dikatakan bahwa makruh bersiwak bagi orang yang sedang berpuasa sesudah tergelincir matahari, karena bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dibandingkan dengan minyak kaaturi. Sabda Rasulullah saw :

Dari Hurairah r.a dari Nabi saw : Bahwasannya bau mulut orang yang sedang berpuasa itu pada sisi Allah lebih harum dibandingkan dengan minyak kasturi (H.R Bukhari dan Muslim)

Baca Juga

Baca JugaApa Alasan Boleh Mengerjakan Tayamum Jelaskan
Alasan Harus Berwudhu Sebelum Shalat

Manfaat siwak dalam Islam dari sisi kesehatan

1. Membuat gigi bersih dan mencegak gigi berlubang

2. Agar terhindar dari karang gigi

3. Terhindar dari bau mulut

4. Merawat gusi

Baiklah teman-teman mungkin sekian yang dapat aku tulis dan bagikan kali ini. Semoga bermanfaat^^

 

 

This entry was posted in

Apa Alasan Boleh Mengerjakan Tayamum Jelaskan


Assalamualaikum teman-teman^^
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan Allah meridhai. Setelah kemarin kita bahas kenapa harus berwudhu sebelum shalat, sekarang kita akan bahas tentang tayamum. Kahar Masyhur (2004: 116-117) dalam Buku Shalat Wajib menurut Madzhab yang Empat, kata tayamum menurut bahasa arabnya ialah القصد yang artinya sengaja. Adapun menurut syara’ tayamum berarti menyapu muka dan dua tangan dengan debu yang menyucikan menurut cara tertentu. Syafi’iyah dan Malikiyah menambahkan kaedah ini dengan niat karena ia termasuk rukunnya dan cara pengusapannya yaitu
hanyalah meletakkan tangan di tanah atau debu yang menyucikan. Bertayamum disyari’atkan di waktu ketiadaan air atau tidak boleh memakainya dan ada sebab yang memerlukan demikian. Tayamum tersebut ditetapkan berdasarkan dalil, baik dari al-qur’an dan hadits rasul SAW, serta ijma’ para ulama.

Menurut Sayyid Sabiq di dalam Fiqh Sunnah (Kairo: Maktabah Dar Al Turas hal 76) :
المعنى اللغوي للتيمم : القصد
Artinya : Tayamum secara bahasa bermakna menyengaja Sedangkan menurut syara’ ialah menyengaja tanah untuk penghapus muka dan kedua tangan dengan maksud dapat melakukan sholat dan lain-lainnya.

Sedangkan Muhammad Ibn Qasim Al ghazzi dalam bukunya Fath Al Qarib Al Mujib halaman 8 menurut Syekh Muhammad Ibn Qasim Al-Ghazzi menjelaskan bahwa tayamum ialah :

التيمم لغة القصد و شرعا ايصال تراب طهور للوجو واليدين بدلا عن وضؤ
اوغسل او غسل عضو بشرائط مخصو صة
Artinya : menurut syara’ tayamum ialah menyampaikan debu yang suci ke wajah dan kedua tangan sebagai gantinya wudhu’, mandi atau membasuh anggota disertai syarat-syarat yang sudah ditentukan. 

Dari berbagai penjelasan Sulaiman Rasjid dalam bukunya yang berjudul Fiqh Islam (2013: 39)
tayamum dapat dikatakan yakni mengusapkan tanah ke muka dan kedua tangan sampai siku dengan beberapa syarat, tayamum adalah pengganti wudhu’ atau mandi, sebagai rukhshah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat menggunakan air karena beberapa halangan (udzur).

Syaikh Hasan Ayyub, dalam Fikih Ibadah, (Mesir : Dar At-Tauzi’ wa An-Nashr Al-Islamiyah, 2002), Cet. 1, hlm. 82-83 menjelaskan tentang syarat sahnya tayamum, yakni sebagai berikut:

1. Apabila seseorang tidak menemukan air yang akan digunakan untuk berwudhu’ atau untuk mandi junub atau mandi dari haid atau mandi dari nifas. Hal ini berlaku hanya bagi orang yang memang tidak menemukan air sama sekali atau ia menemukan airnya akan tetapi air tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari dan airnya hanya sedikit.

2. Apabila ia menemukan air akan tetapi ia tidak dapat menggunakannya, karena ia dalam keadaan sakit yang dalam artian sakitnya tersebut akan bertambah parah jika terkena oleh air.

3. Sebagian ulama fiqh memperbolehkan tayamum bagi seseorang yang khawatir terlambat melakukan shalat jika ia harus mengambil wudhu’ atau mandi.


Sedangkan menurut Syekh Muhammad Ibn Qasim Al-Ghazzi mengemukakan syarat-syarat tayamum sebagai berikut :
1. Adanya halangan (udzur) karena bepergian atau sakit.
2. Masuk waktunya shalat, menurutnya tidak sah tayamum karena untuk shalat sebelum masuk waktunya.
3. Harus mencari air sesudah datang waktu shalat yang dilakukan oleh dirinyasendiri atau dengan orang yang telah mendaptkan izin untuk mencarikan air.Maka hendaknya mencari air dari upayanya sendiri dan dari temanya.Menurutnya jika orang tersebut sendirian, maka hendaknya melihat kanankirinya dari empat arah bila berada di tempat yang buminya datar. Sedangjika berada di tempat yang naik turun, maka hendaklah memperkirakanberdasarkan penglihatannya.
4. Terhalang memakai air. Seperti takut memakai air yang menyebabkan hilangnyawanya atau hilang manfaatnya anggota. Termasuk juga terhalang memakaiair yaitu bila ada air didekatnya, ia takut akan dirinya jika menuju tempat airitu seperti adanya binatang buas, musuh, takut hartanya tercuri orang atautakut kepada orang yang pemarah. Didapat sebagian keterangan dalam kitabmatan adanya tambahan dalam syarat ini sesudah terhalangnya memakai airyaitu kebutuhan orang itu akan air sesudah berusaha mencarinya.
5. Harus dengan debu yang suci yang tidak dibasahi. Perkataan “ath-Thahiru”artinya yang suci itu sejalan dengan pengertian debu yang diperoleh dengan.ghashab dan debu kuburan yang belum digali

Sedangkan di dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh. Rifa’I tahun 2012: 23-24, syarat –syaratnya ialah:
1. Menggunakan debu yang suci, yang belum digunakan untuk bersuci dan tidak bercampur dengan sesuatu.
2. Mengusap wajah dan kedua tangan.
3. Terlebih dahulu menghilangkan najis
4. Telah masuk waktu shalat
5. Tayamum hanya untuk sekali shalat fardhu.


Kemudian adapun fardu tayamum menurut Sulaiman Rasjid hal 40 ialah sebagai berikut:
1. Niat, orang yang hendak melakukan tayamum haruslah berniat terlebih dahulu karena hendak melakukan shalat atau sebagainya, bukan semata-mata untuk menghilangkan hadas saja, sebab sifat tayamum tidak dapat menghilangkan hadas, hanya diperbolehkan untuk melakukan shalat karena darurat.
2. Mengusap muka dengan tanah
3. Mengusap kedua tangan sampai siku.
4. Tertib, artinya mendahulukan muka daripada tangan.

Terakhir adalah hal-hal yang harus kita perhatikan adalah Hal-hal yang membatalkan tayamum 
1. Salah satu yang membatalkan tayamum ialah semua yang membatalakan wudhu’, yaitu :
a. Menurut Kahar Mashur halaman 135, keluar sesuatu dari dua pintu atau dari salah satunya, baik berupa zat ataupun angin, yang biasa ataupun tidak biasa, seperti darah baik yang keluar itu najis ataupun suci. Adapun dalilnya sebagai berikut yang terdapat di dalam surat An-Nisa’ ayat 43 :

Artinya : datang dari tempat buang air. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa orang yang datang dari kakus kalau tidak ada air hendaklah ia tayamum, berarti buang air itu membatalkan wudhu’.

b. Menurut Sulaiman Rasjid hal 31. Hilang akal, hilang akal karena mabuk atau gila. Demikian pula karena tidur dengan tempat keluar angin yang tidak tertutup akan tetapi berbeda dengan orang yang tidur dengan keadaan duduk yang tetap keadaan badannya tidak membatalkan wudhu’ karena tiada timbul sangkaan bahwa ada sesuatu yang keluar darinya.

c. Menurut Muhammad Rifa'i hal 18.Bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan yang sama-sama dewasa, keduanya bukan mahram dengan tidak ada penghalang antara kedua kulit tersebut.

d. Memegang atau menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan atau dengan bagian dalam jari-jari yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)80. Sebagaimana hadits nabi yang berbunyi :

Artinya :Dari Urwah, dia berkata, "Aku pernah menghadap kepada Marwan bin Hakam, maka kami menyebut-menyebut sesuatu yang mengharuskan berwudhu. Lalu Marwan berkata, "karena menyentuh kemaluan? "Maka Urwah berkata, 'Aku tidak mengetahui tentang hal itu. " Setelah itu Marwan berkata, "Bahwa Busrah bind Safwan memberitahukan kepadaku, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklan dia berwudhu.'"

2. Orang yang bertayamum karena berhadas besar tidak akan kembali berhadas besar, kecuali bila ditimpa yang mewajibkan mandi.
3. Hilangnya udzur yang dapat membolehkan tayamum, seperti mendapatkan air setelah sebelumnya tidak membatalkannya. Terhadap hal ini, madzhabMaliki berpendapat bahwa adanya air atau kemampuan menggunakan airtidak membatalkan tayammum kecuali sebelum mengerjakan shalat dengansyarat waktu ikhtiyar masih longgar untuk mendaptkan satu rakaat setelahmenggunakan air pada anggota bersuci. Apabila seseorang mendapatkan airsetelah memasuki shalat, maka tidak batal tayammumnya dan ia wajibmeneruskan shalatnya walaupun waktunya masih leluasa. Tidak batalnya iniadalah apabila ia tidak dalam keadaan lupa terhadap air yang ada di tempattinggalnya. Sebab apabila seseorang bertayammum kemudian mengerjakanshalat, dan ketika dalam keadaan shalat ia ingat akan adanya air, maka bataltayammumnya apabila waktunya masih longgar untuk mendapatkan satu rakaatsetelah menggunakan air. Apabila waktunya sudah cukup, maka tidak batalshalatnya. Apabila ketika ingat sesudah selesai mengerjakan shalat, makawajib mengulangi pada waktu itu saja karena ia tergolong ceroboh82.
4. Mampu menggunakan air setelah sebelumnya tidak mampu menggunakannya.









This entry was posted in