Sunnah Rasulullah Pada Hari Jum'at

Keutamaan Hari Jum'at dan Sunnah-Sunnahnya

hari jumat berkah
Hari jumat adalah hari ke enam dalam urutan hari. Pada hari jumat biasanya kaum muslimin akan beramai-ramai melaksanakan ibadah, sebagaimana asal muasal jumat itu sendiri yang berasal dari bahasa arab jumu'ah yang artinya beramai-ramai. Hari jumat menjadi istimewa bagi kaum muslimin, kira-kira kenapa ya? oke berikut penjelasannya

Baca Juga
Keutamaan Bersiwak
Apa alasan boleh mengerjakan tayamum
Alasan harus berwudhu sebelum shalat

Baiklah teman-teman sebelum kita bahas mengenai sunnah yang diajarakan Rasulullah di hari jumat ada salah satu keutamaan hari jumat.
Rasulullah SAW menegaskan, “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah Hari Jumat” (HR Muslim).

Lalu bagaimanakah sunnah-sunah di hari jumat itu?
sunnah rosul


Ada beberapa hal yang suka dilakukan Rasulullah di hari jumat. Bahasannya akan admin sertakan hadits nya. Semoga bermanfaat dan kita bisa mencontoh apa yang dilakukan beliau. Berikut ini hal-hal/ sunnah yang diajarkan berkenaan dengan hari jumat:
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846)

Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah.” (HR. Bukhari no. 894 dan Muslim no. 844)

Dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak.” (HR. Ibnu Majah no. 1098, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat Jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Baca juga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Menyegerakan datang ke mesjid di hari jum'at
Pada hari jum'at Rasulullah menganjurkan untuk segera datang ke mesjid. Dikutip dari Muhammad Ismail Al-Jawsy 2014: 284 beliau berkata:
Barang siapa yang mandi pada hari jum'at dengan mandi sunnah, kemudian dia pergi ke masjid pada awal waktu, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor unta. Dan barang siapa yang pergi pada saat kedua, seolah olah ia telah berkurban seekor sapi. Dan barang siapa yang pergi pada saat ketiga, seolah olah ia telah berkurban seekor domba bertanduk.Dan barang siapa yang pergi pada saat keempat, seolah olah ia telah berkurban seekor ayam.Dan barang siapa yang pergi pada saat kelima, seolah olah ia telah berkurban sebutir telur. Kemudian, jikalau imam sudah keluar dan naik mimbar, para malaikat turut hadir untuk mendengarkan sembari berdzikir.

5. Membaca surat Al Kahfi di hari jum'at
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)

6. Memperbanyak Shalawat di hari jum'at
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)











This entry was posted in